konversi lahan permukiman di asean umumnya terjadi di wilayah
Indonesiaadalah negara agraris yang penduduknya rata-rata bekerja di sektor pertanian. Penduduk Indonesia yang bekerja di sektor pertanian telah mencapai 70 persen (Irawan, 2015; Mubyarto, 1989)
2000juga terjadi konversi lahan yang cukup tinggi sebesar lebih dari 3.500 ha/tahun. Itu menandakan perlu langkah penguatan di wilayah lahan-lahan pertanian untuk penguatan pengembangan kawasan pertanian sebeluam dialihfungsi perencanaan kawasan permukiman di Kabupaten Bogor seluas 104.494,40 Ha atau sekitar 34,88 % total luas Kabupaten
Solusiyang dibangun ini mempertimbangkan beberapa parameter untuk menentukan Lokasi Potensial pengembangan Perumahan dan Permukiman, yaitu : Aksesbilitas, jarak terhadap fasilitas pelayanan umum seperti transportasi dan kesehatan, Perubahan lahan. Beberapa parameter tersebut masih bisa berubah sesuai dengan Peraturan Daerah yang
EvaluasiPotensi Degradasi Lahan di Daerah Penelitian Kelas kemampuan lahan dengan sub kelas kemampuan atau faktor penghambat yang berat seperti kelerengan merupakan kelas kemampuan lahan yang sulit untuk diubah. Kemampuan lahan pada sebagian besar wilayah penelitian jatuh pada klas VI dan VII. Lahan pada klas kemampuan lahan
Demaktelah terjadi konversi lahan pertanian berupa sawah dan tegalan seluas 438,59 ha, dimana 144 ha menjadi pemukiman, industri 206,7 ha, prasarana dan jasa 74,2 ha, pedagangan 1,3 ha, dan penggunaan lain‐lain 12,3 ha. Konversi lahan pertanian yang tidak terkendali akan
Site De Rencontre Pour Ado En Ligne. penegakan hukum secara tegas harus diterapkan terhadap para perusak hutan ANTARA - Rehabilitasi hutan bakau di pesisir Pantai Gambesi, Kota Ternate, Maluku Utara, yang mengalami kerusakan parah, kini terus dilakukan dengan cara menanam ribuan bibit di hutan bakau seluas 20 hektare. Merehabilitasi kerusakan hutan bakau atau mangrove dengan cara seperti itu juga terlihat di sembilan kabupaten kota lain di provinsi kepulauan ini. Harapannya, 10 tahun ke depan sudah dapat tertangani semuanya, terutama hutan bakau yang menjadi pelindung permukiman warga masyarakat. Pemerintah daerah bersama instansi terkait serta berbagai elemen pencinta lingkungan dan masyarakat di Malut terus berkolaborasi menangani kerusakan hutan bakau di daerah ini sebagai wujud kepedulian menjaga kelestarian tanaman pantai multifungsi itu. Penyebab utama kerusakan hutan bakau di provinsi berpenduduk 1,4 juta jiwa ini adalah eksploitasi berlebihan yang dilakukan masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti bahan bangunan rumah, pembuatan arang, kayu bakar, hingga material penopang pengerjaan bangunan bertingkat. Pengalihfungsian hutan menjadi permukiman, fasilitas umum, dan tempat usaha juga memberi kontribusi terhadap kerusakan hutan di Malut, seperti terlihat di Pantai Mangga Dua Kota Ternate, yang nyaris tidak menyisakan mangrove karena berubah menjadi area permukiman. Luas hutan bakau di provinsi yang terkenal dengan rempah ini tercatat ha, sebagian besar berada di Kabupaten Halmahera Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Barat, dan Kabupaten Halmahera Tengah. Akan tetapi, lebih dari 50 persen dari luas hutan itu mengalami kerusakan berat dan ringan. Kerusakan hutan bakau di Malut telah mengakibatkan berkurangnya keragaman jenis tanaman ini di sejumlah kabupaten/kota, misalnya, di Kota Ternate yang semula memiliki lebih dari 30 jenis, kini tinggal tersisa 15 jenis mangrove. Abrasi pantai yang mengancam permukiman masyarakat dan fasilitas umum di sejumlah wilayah pesisir dan pulau kecil di Malut, juga merupakan dampak dari kerusakan hutan mangrove di wilayah pesisir setempat karena salah satu fungsi tanaman ini mencegah abrasi. Gubernur Malut Abdul Gani Kasuba dan seluruh bupati/wali kota di provinsi ini telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mencegah laju kerusakan hutan bakau, di antaranya larangan penebangan pohon ini untuk kebutuhan apa pun. Kebijakan larangan serupa juga diberlakukan terhadap pengalihfungsian hutan mangrove menjadi area permukiman dan tempat usaha. Selain itu, juga mewajibkan para pengusaha konstruksi tidak menggunakan kayu bakau dalam pengerjaan bangunan bertingkat atau konstruksi lainnya. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup, total luas lahan bakau di Indonesia tahun 2021 tercatat 3,36 juta ha atau 20 persen dari luas bakau di dunia, yang terdiri atas 2,6 juta ha dalam kawasan dan 702 ribu ha di luar kawasan atau mengalami penambahan luas 52 ribu ha dibandingkan tahun 2019 seluas 3,31 juta ha. Multifungsi Mangrove yang nama Latinnya Rhizophora ini memiliki multifungsi yang sangat penting, baik bagi kelestarian ekosistem pantai maupun kehidupan sosial ekonomi masyarakat, terutama yang bermukim di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Hutan bakau dapat mencegah abrasi pantai, menghalangi sedimentasi perairan laut akibat erosi dari daratan, hingga mengurangi dampak gelombang pasang terhadap permukiman masyarakat yang berada di bibir pantai saat terjadi cuaca buruk, air pasang, hingga tsunami. Hutan bakau juga menjadi habitat berbagai jenis biota laut, seperti udang, kepiting, kerang-kerangan, dan ikan. Bahkan untuk jenis ikan tertentu malah menjadikan kawasan mangrove sebagai tempat pemijahan. Selain itu, hutan bakau juga dimanfaatkan berbagai jenis burung, seperti bangau untuk bersarang dan bertelur. Fungsi lain mencegah polusi, bahkan mangrove memiliki kemampuan lebih besar dalam menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi oksigen sehingga berkontribusi dalam mengurangi kerusakan lapisan ozon akibat emisi gas. Bagian dari tanaman bakau, terutama daun, kulit, dan akar menjadi bahan baku obat herbal. Masyarakat Malut sampai saat ini masih memanfaatkan tanaman pantai itu untuk pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai jenis penyakit, seperti diare, kusta, flu, luka, bisul, mag, dan hipertensi. Banyaknya fungsi hutan mangrove itu, menurut pemerhati lingkungan di Malut Djafar Mustafa, harus disosialisasikan secara masif kepada masyarakat agar mereka ikut berkontribusi melestarikan bakau, minimal mereka tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak hutan itu. Tokoh adat, agama, dan tokoh lain yang berpengaruh di masyarakat harus diberi peran besar dalam upaya menyosialisasikan fungsi mangrove karena masyarakat yang umumnya masih menganut paham feodal mematuhi apa yang disampaikan tokoh-tokoh seperti itu. Di sisi lain, penegakan hukum secara tegas harus diterapkan terhadap para perusak hutan mangrove . Akan tetapi penerapannya harus tetap bijak dan tidak boleh tebang pilih karena terkadang jika pelakunya masyarakat biasa diproses cepat, sedangkan jika orang penting cenderung didiamkan. Djafar Mustafa melihat perlunya mengupayakan konsep simbiosis mutualisme antara hutan mangrove dengan masyarakat. Di satu sisi, hutan mangrove terbebas dari perusakan dan di sisi lain masyarakat dapat menikmati manfaat dari keberadaan hutan bakau. Pengembangan hutan bakau menjadi objek wisata dengan memberi kewenangan penuh kepada masyarakat setempat sebagai pengelola, merupakan contoh dari konsep simbiosis mutualisme, seperti yang diterapkan di berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera. Kemudian, menjadikan hutan bakau sebagai tempat budi daya ikan atau kepiting juga merupakan penerapan konsep simbiosis mutualisme antara hutan bakau dengan masyarakat. Dengan demikian, masyarakat akan selamanya menjaga hutan mangrove sebagai tempat mencari nafkah. Editor Achmad Zaenal MEditor Achmad Zaenal M COPYRIGHT © ANTARA 2023
Famous Konversi Lahan Permukiman Di Asean Umumnya Terjadi Di Wilayah Ideas. Di wilayah yang lebih berkembang didominasi oleh lahan terbangun. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bagaimanapengaruh perubahan guna lahan atau konversi lahan tersebut terhadap kondisi lingkungan lahan, air,dan udara di Lahan Permukiman Di Asean Umumnya Terjadi Di Wilayah Image Sites from / smp / 4. Area permukiman yang dibutuhkan juga semakin luas. Menurut agus 2004 konversi lahan sawah adalah suatu proses yang disengaja oleh manusia anthropogenic, bukan suatu proses Permukiman Yang Dibutuhkan Juga Semakin lahan permukiman eksisting yang terletak di wilayah kesesuaian lahan kelas sesuai ii adalah 8848,38 ha. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bagaimanapengaruh perubahan guna lahan atau konversi lahan tersebut terhadap kondisi lingkungan lahan, air,dan udara di sana. Konversi lahan pemukiman di asean umumnya terjadi di Cadangan Permukiman Pada Kesesuaian Lahan Kelas Sangat konversi lahan terhadap perubahan ruang dan interaksi antarruang. Dia bisa memahami para petani yang melepas lahan miliknya karena kebutuhan biaya untuk perawatan dan penghasilan yang tak seimbang. Alih fungsi lahan akan membuat sawah dan lahan pertanian lainnya semakin sempit, secara otomatis lahan pertanian semakin Konversi Lahan, Dan Dampak Konversi Lahan Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan microsoft excel 2010 dan spss. Menurut arsyad dan rustiadi 200878 konversi lahan merupakan konsekuensi logis dari peningkatan aktivitas dan jumlah penduduk serta proses pembangunan lainnya. Dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman, yaitu produktivitas pangan / Smp / dengan hirarki lebih tinggi memiliki tingkat perkembangan yang tinggi juga, yang mana. Sebagai konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagain atau seluruh kawasan lahan dari fungsi semula seperti yang direncanakan menjadi fungsi lain yang menjadi dampak negatif. Konversi lahan pertanian menjadi permukiman marak dilakukan di Agus 2004 Konversi Lahan Sawah Adalah Suatu Proses Yang Disengaja Oleh Manusia Anthropogenic, Bukan Suatu Proses karena itu, perkembangan permukiman yang saat ini terjadi dapat mengancam keberadaan dan luasan area kawasan yang seharusnya difungsikan untuk. Pada wilayah studi kasus terdapat wilayah. Seperti yang termuat dalam peraturan pemerintah negara republic indonesia nomer 1 tahun 2011 tentang alih fungsi lahan petanian.
September 14, 2022 4. konversi lahan pemukiman di asean umumnya terjadi di wilayah a. pegunungan d. pesisir b. persawahan e. dataran tinggi c. pantai jawab cepet Jawaban B. persawahan Penjelasan konversi lahan pemukiman di asean umumnya terjadi di wilayah persawahan Pelajari lebih lanjut Pelajari lebih lanjut di Google News 4. konversi lahan pemukiman di asean umumnya terjadi di wilayahPenjelasanPelajari lebih lanjut Rekomendasi lainnya Gambar menunjukkan pembangunan rumah bersubsidi. Pertumbuhan… Gambar menunjukkan pembangunan rumah bersubsidi. Pertumbuhan penduduk diiringi kebutuhan akan tempat tinggal. Hal tersebut mengakibatkan alih fungsi kegiatan 1. Setelah mencermati gambar dengan saksama,…Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi… satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi dampak erosi di wilayah pesisir adalah.. A. Mengembangkan kegiatan reklamasi B. Mengembangkan kegiatan wisata bahari C. Meningkatkan…Jelaskan faktor faktor yang mempengaruhi keragaman alam… Jelaskan faktor faktor yang mempengaruhi keragaman alam Indonesia dilihat dari sisi geografis Penjelasan mengenai faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut 1. Lokasi Lokasi merupakan letak atau…Jelaskan 4 bentuk wilayah negara ASEAN secara Geografis Jelaskan 4 bentuk wilayah negara ASEAN secara Geografis yaitu berbentuk hampir seperti lingkaran. yaitu berbentuk kepulauan yang terpisah-pisah. yaitu bentuk memanjang. nama pantai dan laut di Sumatra Nama nama pantai dan laut di Sumatra Pantai di Sumatera - Pantai Iboih, Aceh - Pantai Sorake, Pulau Nias, Sumatera Utara - Pantai Pulau…Ketinggian dan penggunaan lahan yang cocok untuk wilayah… Ketinggian dan penggunaan lahan yang cocok untuk wilayah bertanda X adalah .... a. 140 m, perkebunan tembakau b. 150 m, budidaya kopi c. 160 m,…Jelaskan pilar komunitas ekonomi ASEAN Jelaskan pilar komunitas ekonomi ASEAN Pilar ini menopang tercapainya tujuan akhir kerja sama ekonomi negara-negara ASEAN. Tujuan tersebut adalah terciptanya wilayah perekonomian yang stabil, makmur,…Batas Wilayah ASEAN Batas Wilayah ASEAN A. Utara B. Timur C. Selatan D. Utara •Sebelah Utara berbatasan dengan RRC, Teluk Tonkin, dan Laut China Selatan •Sebelah Barat berbatasan…Setiap daerah memiliki karakteristik daerah nya… Setiap daerah memiliki karakteristik daerah nya masing-masing. Karakteristik berdasarkan kenampakan alam yang dimiliki setiap daerah, mempengaruhi mata pencaharian penduduk daerah tersebut. Mata pencaharian mayoritas penduduk…Peningkatan jumlah penduduk berakibat pada pemanfaatan hutan… Peningkatan jumlah penduduk berakibat pada pemanfaatan hutan menjadi permukiman dan lahan pertanian. Hal ini dapat menyebabkan .... A. ketersediaan air bersih mencukupi B. meningkatnya udara…ASEAN Culture Week adalah ASEAN Culture Week adalah ASEAN Culture week dan ASEAN youth camp merupakan kerjasama negara ASEAN. Kerjasama kebudayaan, penerangan, dan pendidikan, yang kegiatan-kegiatannya berbentuk workshop dan…Tuliskanlah kepanjangan dari ASEAN! Tuliskanlah kepanjangan dari ASEAN! Kepanjangan dari ASEAN adalah Association of South East Asian Nations Pelajari lebih lanjut Pelajari lebih lanjut di Google News didirikan pada tanggal... ASEAN didirikan pada tanggal... A. 8 Agustus 1697 B. 8 Agustus 1967 C. 6 Agustus 1967 D. 6 Agustus 1697 Jawaban dari soal yang B.…Berikut adalah badan-badan kerjasama ekonomi 1. opec 2. gatt… Berikut adalah badan-badan kerjasama ekonomi 1. opec 2. gatt 4. mee 5. asean 3. apo Bentuk kerjasama ditunjukkan pada nomor regional Jawabannya 4 dan 5.…Memahami pendekatan geografi Perhatikan gambar berikut dan… Memahami pendekatan geografi Perhatikan gambar berikut dan lakukan kegiatan yang menyertainya. LE Pencemaran di airnya sudah ja dari tumbuhan keberadaan ke daya. Berdasa A keruanga…
Pengaruh Konversi Lahan Pertanian ke Industri dan Pemukiman terhadap Perubahan Ruang dan Interaksi Antarruang – Pernahkah kalian mendengar negara Singapura melakukan reklamasi untuk memperluas daratan? Reklamasi adalah alih fungsi lahan pantai menjadi daratan. Reklamasi tersebut disebut salah satu bentuk alih fungsi lahan yang disebut konversi lahan. Biasanya, mengubah area pertanian menjadi area dengan kegunaan lain, misalnya menjadi permukiman atau industri. Konversi lahan menjadi fenomena yang sering dijumpai di negara-negara ASEAN. Konversi lahan pertanian sering terjadi di negara-negara ASEAN dengan laju pertumbuhan penduduk relatif tinggi, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Filipina. Konversi terjadi terutama di daerah pinggiran kota ataupun area persawahan yang letaknya berdekatan dengan fasilitas umum, seperti di dekat pasar. Konversi lahan pertanian bersifat menular, artinya ketika satu petak lahan telah dikonversi, lahan pertanian di sekitar petak tersebut juga rawan dikonversi. Hal ini berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan masyarakat di daerah tersebut. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Industri Konversi lahan pertanian menjadi lahan industri banyak terjadi di negara-negara sedang berkembang, seperti negara-negara ASEAN. Konversi lahan pertanian menjadi lahan industri banyak terjadi di pinggir kota. Biasanya, pemilik perusahaan mendirikan industri di sana karena beberapa alasan, di antaranya sebagai berikut. Pembangunan industri lebih memilih lahan yang strategis. Sebagian besar lahan strategis tersebut merupakan lahan lahan pertanian relatif lebih murah dibandingkan dengan lahan industri memilih akses yang lebih dibangun dekat dengan bahan baku lahan pertanian menjadi pilihan yang sosial dan budaya hukum waris. Konversi lahan pertanian menjadi industri mengakibatkan petani “terusir” dari tanah mereka digantikan oleh uang. Awalnya, petani di pedesaan mempunyai tanah, namun kemudian mereka menjadi petani gurem dan tak bertanah. Kondisi ini memengaruhi sistem sosial dan budaya hukum waris yang berorientasi pada nilai uang. Anak-anak petani tidak lagi diwarisi lahan pertanian, tetapi diganti dengan pembagian uang hasil penjualan lahan lahan dalam pembangunan industri memerlukan perhatian beberapa negara industri. Pasalnya, tidak semua industri yang akan atau sudah dibangun berada di lahan yang tepat dan tidak menempati lahan produktif seperti lahan pertanian. Berbagai masalah akan timbul akibat konversi lahan dari lahan pertanian menjadi industri, antara lain Lahan pertanian berkurang, yang membuat produktivitas pangan dari pertanian pertanian sekitar industri berpotensi terkena imbas pencemaran akibat limbah atau polusi dari industri baik tanah, air, maupun lahan itu menular, yang mengancam ketersediaan lahan Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Permukiman Permukiman menjadi kebutuhan pokok manusia. Semakin banyak jumlah manusia, area permukiman yang dibutuhkan juga semakin luas. Kondisi ini terjadi juga di negara-negara anggota ASEAN. Konversi lahan pertanian menjadi permukiman marak dilakukan di negara-negara ASEAN. Konversi lahan pertanian menjadi permukiman pasti akan menimbulkan dampak, sama seperti konversi lahan pertanian menjadi lahan industri. Biasanya, selalu berdampak negatif apabila dilihat dari sisi fungsi lahan pertanian itu sendiri. Adapun dampak negatif dari Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Permukiman adalah sebagai berikut. Luas lahan pertanian semakin berkurang sehingga produktivitas pangan semakin dan buruh tani kehilangan mata lahan ruang terbuka hijau RTH.Berkurangnya lahan resapan air. Konversi lahan identik dengan perubahan kondisi ruang. Konversi lahan tidak dapat dicegah karena kebutuhan manusia akan ruang tidak dapat dihindari. Mencegah konversi lahan bisa jadi menghambat pembangunan suatu negara. Oleh karena itu, konversi lahan pertanian harus tetap terjadi. Meskipun demikian, kita harus mengawasi konversi lahan yang terjadi, jangan sampai mengganggu keseimbangan alam, ekosistem, dan kelangsungan hidup sebagian warga negara. Video Pembelajaran Pengaruh Konversi Lahan Pertanian ke Industri dan Pemukiman terhadap Perubahan Ruang Berikut ini adalah video pembelajaran yang bisa kalian gunakan untuk melengkapi pengalaman belajar dan menambah wawasan IPS. Latihan Soal Evaluasi Pembelajaran Setelah membaca dan menonton bahan ajar online di atas silakan kerjakan asesmen pembelajaran IPS berikut ini. Demikianlah bahan ajar online materi Pengaruh Konversi Lahan Pertanian ke Industri dan Pemukiman terhadap Perubahan Ruang yang bisa kami sajikan. Semoga bermanfaat untuk Anda semua
Pendahuluan Pernahkah kalian mendengar negara Singapura melakukan reklamasi untuk memperluas daratan? Reklamasi adalah alih fungsi lahan pantai menjadi daratan. Reklamasi tersebut disebut salah satu bentuk alih fungsi lahan yang disebut konversi lahan. Biasanya, mengubah expanse pertanian menjadi surface area dengan kegunaan lain, misalnya menjadi permukiman atau industri. Konversi lahan menjadi fenomena yang sering dijumpai di negara-negara Asean. Tidak hanya dilakukan diluar negeri, reklamasi juga dan telah akan dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa contoh kawasan reklamasi di tanah air antara lain di teluk Dki jakarta, Pantai Mamuju, Denpasar, Manado, Semarang, Tangerang, dan juga di Makassar. Proyek reklamasi dan revitalisasi di pantai utara Jakarta ditujukan untuk membangun kawasan tersebut menjadi daerah kawasan aktivitas bisnis, perekonomian maupun pemukiman. Dengan gagasan itu juga, Pemerintah Provinsi DKI Djakarta dan beberapa perusahaan mitra kerjanya ingin menjadikan Jakarta sebagai “Water Forepart City”. Kemudian, proyek reklamasi di pantai Mamuju, Sulawesi Barat. Mempercantik kota menjadi tujuan dari proyek reklamasi di lahan seluas eight,3 hektar ini. Jalan dua jalur akan dibangun di sekitar kawasan ini. Selain itu, fasilitas pelayanan publik juga akan dibangun. Dengan adanya pembangunan fasilitas publik ini, reklamasi diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi Mamuju. Contohnya adalah, proyek pembangunan pusat jajanan serba ada pujasera, bisnis, perumahan, perkantoran, perbelanjaan, dan hotel. Selanjutnya reklamasi di Denpasar, Bali. Reklamasi di lahan seluas 380 hektar ini bertujuan untuk menghubungkan gugusan pulau Serangan. Lalu, reklamasi pantai di kota Manado, Sulawesi Utara, kawasan ini akan dikembangkan sebagai kawasan fungsional dengan pola super blok dan mengarah pada terbentuknya Central Business organization District CBD. Konversi lahan pertanian sering terjadi di negara-negara Asean dengan laju pertumbuhan penduduk relatif tinggi, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Filipina. Konversi terjadi terutama di daerah pinggiran kota ataupun area persawahan yang letaknya berdekatan dengan fasilitas umum, seperti di dekat pasar. Konversi lahan pertanian bersifat menular, artinya ketika satu petak lahan telah dikonversi, lahan pertanian di sekitar petak tersebut juga rawan dikonversi. Hal ini berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan masyarakat di daerah tersebut. a. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Industri Konversi lahan pertanian menjadi lahan industri banyak terjadi di negara-negara sedang berkembang, seperti negara-negara Asean. Konversi lahan pertanian menjadi lahan industri banyak terjadi di pinggir kota. Biasanya, pemilik perusahaan mendirikan industri di sana karena beberapa alasan, di antaranya sebagai berikut. Pembangunan industri lebih memilih lahan yang strategis. Sebagian besar lahan strategis tersebut merupakan lahan pertanian. Harga lahan pertanian relatif lebih murah dibandingkan dengan lahan terbangun. Pembangunan industri memilih akses yang lebih mudah. Industri dibangun dekat dengan bahan baku lahan pertanian menjadi pilihan yang baik Faktor sosial dan budaya hukum waris. Konversi lahan pertanian menjadi industri mengakibatkan petani “terusir” dari tanah mereka digantikan oleh uang. Awalnya, petani di pedesaan mempunyai tanah, namun kemudian mereka menjadi petani gurem dan tak bertanah. Kondisi ini memengaruhi sistem social dan budaya hukum waris yang berorientasi pada nilai uang. Anak-anak petani tidak lagi diwarisi lahan pertanian, tetapi diganti dengan pembagian uang hasil penjualan lahan pertanian. Penggunaan lahan dalam pembangunan industri memerlukan perhatian beberapa negara industri. Pasalnya, tidak semua industri yang akan atau sudah dibangun berada di lahan yang tepat dan tidak menempati lahan produktif seperti lahan pertanian. Berbagai masalah akan timbul akibat konversi lahan dari lahan pertanian menjadi industri, antara lain Lahan pertanian berkurang, yang membuat produktivitas pangan dari pertanian menurun. Lahan pertanian sekitar industri berpotensi terkena imbas pencemaran akibat limbah atau polusi dari industri baik tanah, air, maupun udara. Konversi lahan itu menular, yang mengancam ketersediaan lahan pertanian. b. Pengaruh Konversi Lahan Pertanian Menjadi Lahan Permukiman Permukiman menjadi kebutuhan pokok manusia. Semakin banyak jumlah manusia, expanse permukiman yang dibutuhkan juga semakin luas. Kondisi ini terjadi juga di negara-negara anggota Asean. Konversi lahan pertanian menjadi permukiman marak dilakukan di negara-negara Asean. Konversi lahan pertanian menjadi permukiman pasti akan menimbulkan dampak, sama seperti konversi lahan pertanian menjadi lahan industri. Biasanya, selalu berdampak negatif apabila dilihat dari sisi fungsi lahan pertanian itu sendiri. Adapun dampak negatifnya itu adalah sebagai berikut. Luas lahan pertanian semakin berkurang sehingga produktivitas pangan semakin kecil. Petani dan buruh tani kehilangan mata pencahariannya. Hilangnya lahan ruang terbuka hijau RTH. Berkurangnya lahan resapan air. Konversi lahan identik dengan perubahan kondisi ruang. Konversi lahan tidak dapat dicegah karena kebutuhan manusia akan ruang tidak dapat dihindari. Mencegah konversi lahan bisa jadi menghambat pembangunan suatu negara. Oleh karena itu, konversi lahan pertanian harus tetap terjadi. Meskipun demikian, kita harus mengawasi konversi lahan yang terjadi, jangan sampai mengganggu keseimbangan alam, ekosistem, dan kelangsungan hidup sebagian warga negara. Rincian Kerja Baca pendahuluan diatas ! Perhatikan foto/gambar lahan pertanian diatas ! Diskusikan dengan anggota kelompokmu mengenai gambar i, two dan iii, four ! Paparkan hasil diskusi kelompokmu tentang apa yang terjadi pada ke dua kelompok gambar/foto tersebut dan apa dampaknya ! Pertanyaan Sebutkan apa yang dimaksud dengan konversi lahan ! Jelaskan sesuai dengan pendapatmu apa yang terjadi pada gambar one, ii dan 3, 4 ! Sebutkan masing-masing 3 dampak atau masalah akibat konversi lahan pertanian menjadi lahan industri dan pemukiman ! Page 2 Dki jakarta – Alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman tanpa pengawasan dapat berdampak negatif bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Apa saja dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman? Alih fungsi lahan atau konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula atau yang seperti direncanakan menjadi fungsi lain yang membawa dampak negatif terhadap lingkungan dan potensi lahan itu sendiri, seperti dikutip dari buku Perubahan Alih Fungsi Lahan oleh Fauziyah, dan Muh. Iman, Alih fungsi lahan merupakan salah satu konsekuensi dari perkembangan wilayah yang merespons pertambahan penduduk. Hal ini tampak dari alih fungsi lahan sawah menjadi lahan pemukiman perkotaan. Sebagian besar alih fungsi lahan tersebut menunjukkan ketimpangan penguasaan lahan yang didominasi pemilik izin mendirikan bangunan pemukiman, baik secara horizontal real manor atau vertikal apartemen. Dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman yakni sebagai berikut. 1. Turunnya produksi pertanian Dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman yaitu produktivitas pangan akan menjadi berkurang atau menurun, seperti dikutip dari buku Xplore Ulangan Harian SMP/MTs Kelas viii oleh Tim Foton Edukasi. Lahan pertanian yang menjadi lebih sempit karena alih fungsi menyebabkan hasil produksi pangan juga menurun, seperti makanan pokok, buah-buahan, sayur, dan lain-lain. two. Hilangnya kesempatan petani Alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman membuat petani kehilangan kesempatan untuk menggarap lahannya secara berkelanjutan dan menjadikannya mata pencaharian. Petani juga jadi kehilangan kesempatan untuk mendapat manfaat panen atau hasil pertaniannya, baik untuk keluarga sendiri atau untuk dijual. three. Investasi pemerintah di bidang pengairan jadi tidak optimal Dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman selanjutnya yakni investasi pemerintah di bidang pengairan jadi tidak optimal. Sarana dan prasarana dalam irigasi yang sudah didanai pemerintah jadi tidak difungsikan optimal karena sebagian sasarannya kini tidak lagi lahan pertanian, tetapi pemukiman. 4. Berkurangnya ekosistem sawah Berkurangnya ekosistem sawah di antaranya disebabkan oleh pembangunan pemukiman penduduk, industri, pertokoan, dan pariwisata. Ekosistem sawah yang berkurang karena alih fungsi lahan menjadi pemukiman meliputi komponen biotik dan abiotik. Sebagai informasi, contoh komponen biotik sawah yaitu tumbuhan seperti padi dan jagung, serangga, burung, dan keong. Sementara itu, komponen abiotik sawah yaitu seperti cahaya matahari, suhu, air, angin, batu, dan kelembaban tanah. Nah, jadi dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman yaitu produktivitas pangan akan menjadi berkurang atau menurun, di samping dampak-dampak di atas lainnya. Selamat belajar ya, detikers. Simak Video “Warga Sukabumi Ngeluh Puluhan Tahun Irigasi Rusak, Apa Respons Kadis PU?“ twu/pal Folio 2 Jakarta – Alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman tanpa pengawasan dapat berdampak negatif bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Apa saja dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman? Alih fungsi lahan atau konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula atau yang seperti direncanakan menjadi fungsi lain yang membawa dampak negatif terhadap lingkungan dan potensi lahan itu sendiri, seperti dikutip dari buku Perubahan Alih Fungsi Lahan oleh Fauziyah, dan Muh. Iman, Alih fungsi lahan merupakan salah satu konsekuensi dari perkembangan wilayah yang merespons pertambahan penduduk. Hal ini tampak dari alih fungsi lahan sawah menjadi lahan pemukiman perkotaan. Sebagian besar alih fungsi lahan tersebut menunjukkan ketimpangan penguasaan lahan yang didominasi pemilik izin mendirikan bangunan pemukiman, baik secara horizontal real estate atau vertikal apartemen. Dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman yakni sebagai berikut. 1. Turunnya produksi pertanian Dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman yaitu produktivitas pangan akan menjadi berkurang atau menurun, seperti dikutip dari buku Xplore Ulangan Harian SMP/MTs Kelas 8 oleh Tim Foton Edukasi. Lahan pertanian yang menjadi lebih sempit karena alih fungsi menyebabkan hasil produksi pangan juga menurun, seperti makanan pokok, buah-buahan, sayur, dan lain-lain. 2. Hilangnya kesempatan petani Alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman membuat petani kehilangan kesempatan untuk menggarap lahannya secara berkelanjutan dan menjadikannya mata pencaharian. Petani juga jadi kehilangan kesempatan untuk mendapat manfaat panen atau hasil pertaniannya, baik untuk keluarga sendiri atau untuk dijual. three. Investasi pemerintah di bidang pengairan jadi tidak optimal Dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman selanjutnya yakni investasi pemerintah di bidang pengairan jadi tidak optimal. Sarana dan prasarana dalam irigasi yang sudah didanai pemerintah jadi tidak difungsikan optimal karena sebagian sasarannya kini tidak lagi lahan pertanian, tetapi pemukiman. 4. Berkurangnya ekosistem sawah Berkurangnya ekosistem sawah di antaranya disebabkan oleh pembangunan pemukiman penduduk, industri, pertokoan, dan pariwisata. Ekosistem sawah yang berkurang karena alih fungsi lahan menjadi pemukiman meliputi komponen biotik dan abiotik. Sebagai informasi, contoh komponen biotik sawah yaitu tumbuhan seperti padi dan jagung, serangga, burung, dan keong. Sementara itu, komponen abiotik sawah yaitu seperti cahaya matahari, suhu, air, angin, batu, dan kelembaban tanah. Nah, jadi dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman yaitu produktivitas pangan akan menjadi berkurang atau menurun, di samping dampak-dampak di atas lainnya. Selamat belajar ya, detikers. Simak Video “Warga Sukabumi Ngeluh Puluhan Tahun Irigasi Rusak, Apa Respons Kadis PU?“ [GambasVideo 20detik] twu/pal
konversi lahan permukiman di asean umumnya terjadi di wilayah